Masing-masing kita tentu punya masa lalu dengan kenangannya sendiri. Ada kenangan yang baik dan ada pula kenangan yang mungkin kurang baik. Tanpa kita sadari, kenangan-kenangan inilah yang mendasari seseorang untuk membeli aroma parfum tertentu. Makanya tidak sedikit di antara kita yang lebih senang dengan aroma buah dibanding bunga serta begitu pula sebaliknya.
![]() |
| picture : publicdomainpictures.net |
Bila sejak kecil suka bermain dan berpetualang di hutan pinus maka kemungkinan besar aroma parfum yang dipilih adalah aroma yang menyerupai bau pepohonan. Sebaliknya, bila ada orang yang tidak suka dengan bau bunga maka biasanya dahulu punya kenangan pahit dengan bunga tersebut.
Secara sederhana, hal ini bisa dijelaskan. Awalnya pengalaman dan kenangan yang terjadi di masa lalu (terutama yang berhubungan dengan aroma bau) ditangkap serabut di otak bagian limbik. Kemudian direkam dan diendapkan. Di sini otak akan membedakan antara hal-hal yang diinginkan dan yang tidak diinginkan. Contohnya kenangan indah bersama aroma pinus disimpan sebab aroma tersebut mampu memunculkan perasaan aman dan nyaman. Sementara aroma lainnya yang mungkin terdapat kenangan buruknya akan disimpan juga namun untuk ditolak.
Saat memilih dan mencari parfum, bagian otak yang dominan bekerja adalah hasil rekaman yang terdapat di limbik. Rekaman tersebut nantinya sangat berpengaruh dalam pengambilan keputusan memilih parfum yang akan disukai, dibeli dan digunakan.
Seiring waktu berjalan, pemilihan aroma parfum kini lambat laun mulai sedikit berubah. Kalau tadinya otak kita sendiri sebagai pengambil keputusan maka hal ini sudah bergeser ke orang lain. Sekarang banyak orang cenderung memilih parfum yang aromanya bukan saja disukai oleh diri sendiri tapi juga disukai orang lain. Maka tak heran bila ada seorang pengguna parfum akan bertanya ke teman dekatnya untuk minta pendapat tentang parfum yang digunakannya.

No comments:
Post a Comment