Beberapa tahun belakangan ini dunia disibukkan dengan wacana pemanasan global. Sebuah wacana tentang makin meningkatnya suhu permukaan bumi akibat menipisnya lapisan ozon dan pencemaran lingkungan di mana-mana. Dampak langsungnya adalah kita sering merasakan kegerahan dalam menjalankan aktifitas baik di siang maupun malam hari. Apalagi di Indonesia yang sekarang sudah memasuki musim kemarau atau musim panas.
![]() |
| picture : freeimages.com |
Saat musim panas, keringat di tubuh akan keluar lebih deras. Jangankan bagi yang bermasalah dengan bau badan, untuk mereka yang tak punya bau badan saja terkadang masih kurang percaya diri saat berkeringat. Keringat dan bau badan seakan menjadi “musuh” yang kapan saja siap menyerang.
Jika keringat dan bau badan muncul maka mau tak mau anda butuh perisai bernama parfum. Parfum inilah yang nantinya diharapkan bisa mengembalikan kepercayaan diri saat tubuh berkeringat. Namun layaknya senjata betulan, penggunaan parfum di musim panas seperti ini pun harus paham petunjuk pakainya. Jangan sampai parfum malah menjadi bumerang bagi pemakainya.
Agar keringat dan bau badan tidak “membunuh” kepercayaan diri anda maka usahakan wangi parfum bisa tahan lama. Caranya yakni dengan teknik layering atau lapisan. Maksudnya sebelum disemprotkan parfum, kulit anda harus memiliki lapisan terlebih dahulu yang bisa mengikat wangi parfum dalam jangka waktu lama.
Pertama, pakailah parfum lotion dan tak perlu khawatir bila wanginya berbeda. Kedua, setelah memakai parfum lotion baru dilanjutkan dengan parfum semprot. Semua cara ini diyakini mampu membuat aroma parfum anda awet dan tahan lama. Aroma tidak akan cepat hilang meski di musim panas karena terlapisi dengan lotion terlebih dulu.

No comments:
Post a Comment