Saat hamil, seorang wanita biasanya lebih sensitif indera penciumannya. Mereka terkadang ingin muntah bila mencium bau atau wangi-wangian tertentu. Padahal jarak antara dirinya dan orang tersebut cukup jauh. Namun tetap saja para ibu hamil susah menahan rasa muntah jika mencium sedikit saja bau atau wangi-wangian tersebut. Pertanyaannya, bagaimana jika yang memakai parfum adalah si ibu hamil sendiri? Boleh atau justru dilarang?
![]() |
| picture : freeimages.com |
Bagi para bumil, singkatan ibu hamil, diperbolehkan memakai parfum dengan syarat menyemprotkannya cukup ke pakaian dan bukan ke badan atau kulit. Selama ibu hamil tersebut tidak alergian maka penggunaan parfum sah-sah saja. Karena bahan pembuatan parfum relatif aman bagi ibu hamil. Namun tetap harus berhati-hati juga.
Bila si ibu hamil sering mual, pusing dan sensitif maka usahakan menggunakan parfum seadanya saja. Tak perlu berlebihan. Dianjurkan pula agar mereka memilih aroma parfum yang lembut, segar dan tidak menjadikan perut mual. Itupun dengan catatan si ibu hami tidak alergian.
Sebagai masukan, untuk para ibu hamil yang ingin memakai parfum sebaiknya pilih yang aromanya menyegarkan seperti kapulaga, jeruk, jahe, pepermint, chamomile atau lavender. Parfum beraroma jeruk misalnya, mampu melancarkan aliran oksigen dan sangat menyegarkan. Aroma lavender bisa membantu ibu hamil meringankan sakit saat hamil. Sedangkan aroma pepermint dapat meningkatkan stamina para ibu hamil. Selain itu aroma ini dapat membantu ibu hamil untuk lebih fokus, konsentrasi dan jernih saat berpikir.
Mencium aroma parfum sejatinya sesuatu yang menyenangkan. Namun ada kalanya seseorang merasa mual dan muntah karena hal tersebut. Kalau tidak percaya silakan tanya ke ibu-ibu yang sedang hamil. Tentu dengan senang hati mereka akan menjawab apa adanya.

No comments:
Post a Comment