Memakai parfum diakui mampu menjadikan tubuh kita semakin wangi dan juga terkesan agak seksi. Namun ada sejumlah parfum yang ternyata dapat membahayakan atau minimal merugikan kesehatan pemakainya bila dipakai berlebihan dalam jangka waktu lama.
![]() |
| picture : publicdomainpictures.net |
Yang pertama ialah alergi. Parfum disebut-sebut mampu menimbulkan alergi bagi sebagian pemakainya. Alergi di sini bisa berupa pilek, bersin atau juga sakit kepala. Parfum yang berisi phthalates, yang biasa juga dinamakan dietil ftalat (DEP) mengganggu perkembangan hormon testosteron milik anak laki-laki khususnya pada bayi yang baru lahir.
Hasil riset juga memperlihatkan bahwa DEP bisa mengganggu fungsi paru-paru serta menekan jumlah dari sperma motil atau sperma yang bergerak. Resiko gangguan ini cenderung lebih banyak dimiliki oleh para remaja laki-laki yang suka berlebihan menyemprotkan parfum ke bagian tubuhnya.
Adapun pada kaum perempuan, pengaruh phthalate bisa mendatangkan masalah berupa sindrom ovarium polikistik. Sindrom ini termasuk gangguan hormonal yang bisa mengakibatkan munculnya jerawat, jadwal menstruasi tidak teratur, rambut menjadi susah tumbuh dan yang paling mencemaskan ialah menjadi sulit mengandung. Pengaruh DEP ini pun diusahakan untuk dihindari bagi mereka yang sedang mengandung.
Meskipun begitu, hingga hari ini belum ada produsen parfum yang berkenan menjelaskan bahan-bahan pembuat parfum yang mereka gunakan. Bisa jadi itu rahasia perusahaan yang mustahil untuk dibocorkan atau diungkapkan ke publik.

No comments:
Post a Comment